Wednesday, November 29, 2017

Ruang Lingkup PR




Public relations (PR) atau hubungan masyarakat (humas) telah menjadi ”trend” manajemen di Indonesia, dengan berbagai istilahnya. Hal ini bisa dilihat dari dibentuknya ”bagian” atau ”divisi” PR dalam banyak perusahaan, profit maupun non profit. PR juga berkembang dengan analogi yang beragam, tergantung bagaimana orang mempersepsinya.
Ada yang mendeskripsikan tugas PR sebagai protokoler, fotografi, tugas mengatur dan menservis wartawan, menjawab berita, mengkliping koran, mengelola buletin, event organizer sampai dengan analog sebagai ”penyelamat” organisasi dari citra buruk di mata masyarakat. PR sampai saat ini juga dipersepsi sebagai ”dunianya” perempuan cantik, pria necis, glamour, menarik, wangi, memiliki relasi yang luas, sehingga untuk menjadi seorang PR dianggap mudah, tidak memerlukan kompetensi tertentu.
Di dalam pembahasan makalah ini kami membahas tentang ruang lingkup Public Relations terbagi dua, yaitu eksternal public relations dan internal public relations.Membina hubungan ke dalam (publik internal) dan Membina hubungan ke luar (publik eksternal).
Dalam setiap bidang pekerjaan, sudah secara otomoatis terdapat ruang lingkup bidang pekerjaan. Ruang lingkup ini merupakan hal - hal apa saja yang akan dikerjakan atau menjadi sasaran kegiatan Public Relations. Ruang lingkup Public Relations terbagi dua, yaitu eksternal public relations dan internal public relations.
Berikut penjelasan Ruang Lingkup Public Relations yang dikutip dari beberapa buku :
Ruslan (2010:22-23) menjabarkan adapun Ruang lingkup tugas Public Relations dalam sebuah ornganisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut :
1. Membina hubungan ke dalam (publik internal)
Yang dimaksud dengan publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi.
a.       Hubungan dengan karyawan : Melakukan dan menjalin hubungan melalui komunikasi yang baik antar karyawan merupakan tugas dan pekerjaan CPR. Cara untuk tetap menjalin, menjaga dan memelihara hubungan yang baik dengan sesama karyawan, baik antara atasan dengan bawahan atau sebaliknya dapat diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan, seperti: kegiatan kebersamaan, olahraga, tour, outbond dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Didalamnya juga akan terbentuk motivasi kerja, moral kerja, budaya perusahaan, filosofi perusahaan dan karyawan pun mendukung atas produk-produk perusahaan.
b.      Hubungan dengan keluarga : karyawan Keluarga karyawan juga merupakan pihak yang berpengaruh di dalam suatu perusahaan. Keluarga karyawan memberi dukungan kepada anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan. Tanpa dukungan dari keluarga tidaklah mungkin karyawan dapat melakukan tugas, pekerjaan dan kewajibannya dengan baik. Oleh karena itu, memperhatikan dan peduli terhadap kebutuhan dan kepentingan keluarga karyawan adalah hal yang tak dapat diabaikan. Cara yang dapat dilakukan CPR dalam melibatkan atau mengikutsertakan anggota keluarga karyawan, seperti: family gathering, pertandingan dan perlombaan, melakukan kunjungan atau anjangsana dan yang lainnya yang dapat mempererat tali persaudaraan diantara anggota keluarga karyawan
c.       Hubungan dengan pemegang saham (stockholder relations) : Pemegang saham atau orang yang menanamkan modalnya atau penyandang dana perusahaan perlu mendapat perhatian dan pihak perusahaan. Pekerjaan ini lebih tepat dilakukan oleh CPR. CPR dapat menjalin dan memelihara komunikasi yang baik dengan pihak penyandang dana, seperti: merancang pertemuan dan melakukan pertemuan rutin atau berkala dengan pihak manajer dan investor. Mengundang investor ke perusahaan untuk dapat melihat langsung perkembangan perusahaan. Memberikan laporan secara rutin dan berkala kepada pihak investor, agar investor mengetahui dan memahami dengan benar mengenai kemajuan dan perkembangan perusahaan.
2. Membina hubungan ke luar (publik eksternal)
Yang dimaksud publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilnya.
a.       Hubungan dengan masyarakat sekitar (community relations) : Salah satu tugas pekerjaan CPR yang berkaitan dengn eksternal PR adalah dapat menjalin, memelihara hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. Tidak dapat tidak, perusahaan wajib membina hubungan yang baik dengan masyarakat yang ada di sekitar perusahaan. Maju, mundurnya perusuhaan sedikit banyaknya dipengaruhi atau ditentukan oleh masyarakat yang ada di sekitar perusaahaan. Perusahaan yang tak mempedulikan atau menghiraukan masyarakat sekitar dan mengabaikan, jangan berharap banyak perusahaan tersebut dapat eksis apalagi berkembang dan maju.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam membina hubungan dengan masyarakat sekitar perusahaan, seperti: memberikan bantuan dana pendidikan atau beasiswa, memberikan fasilitas pendidikan dan perlengkapan sekolah. Memberikan fasilitas ibadah, kesehatan, dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan masyarakat sekitar sesuai dengan kemampuan perusahaan.
b.      Hubungan dengan pemerintah : Hubungan pemerintah merupakan salah satu hubungan eksternal yang terjadi antara pihak permerintah dengan pihak perusahaan. Sama halnya dengan masyarakat sekitar, perusahaan perlu dan harus memelihara dan menjaga hubungan dengan pihak pemerintah. Disinilah tugas dan pekerjaan CPR agar dapat memellihara dan menjaga hubungan yang baik dengan pihak pemerintah. Hubungan yang baik dengan pemerintah akan memudahkan perusahaan dalam menyesuaikan kebijakan yang akan diambil dengan kebijakankebijakan pemerintah, sehingga terwujud sesuai dengan aturan pemerintah dan tidak melanggar hukum. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam membina hubungan dengan pihak pemerintah, seperti: melakukan dialog, pertemuan berkala, bentuk perhatian ucapan selamat kepada pejabat yan menduduki jabatan baru atau pemberian ucapan ulang tahun dan bakti sosial.
c.       Humas (PR) Pemerintah : Lembaga-lembaga pemerintah pusat sampai tingkat daerah dilengkapi dengan bagian humas untuk mengelola informasi dan opini public. Informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah disebarkan seluas luasnya, dan opini public dikaji dan diteliti seefektif-efektifnya untuk keperluan pengambilan keputusan dan penentuan kebijaksanaan berikutnya. Wahidin Saputra dan Rulli Nasrullah dalam buku Public Relations 2.0 Teori dan Praktik Public Relations di Era Cyber” ( 2011: 54-59) mengutip Sam Black dalam bukunya, “Practical Public Relations” mengklarifikasikan humas menjadi humas pemerintah pusat (center government) dan humas pemerintahan daerah (local government).
d.      Humas (PR) Pemerintah Daerah: Humas pemerintah daerah pada hakikatnya sama saja dengan humas pemerintah pusat, dalam rangka pengorganisasian dan mekanisme kerja. Bedanya hanya dalam ruang lingkup.
e.       Hubungan dengan media atau pers : Hubungan degan pihak media atau pers adalah hubungan yang perlu dan penting, karena bila CPR tidak dapat menjaga dan memelihar hubungan yang baik dengan pihak media, maka perusahaan tidak dapat dikenal dimengerti apalagi didukung. Pihak media dapat mengecilkan berita atau sebaliknya dapat membesarkan berita, sehingga media sangat dibutuhkan oleh CPR. Berkembang atau tidaknya perusahaan juga ditentukan oleh pihak media. Bentuk-bentuk kegiatan yang dapat dilakukan CPR dengan pihak media, seperti: konferensi pers, press briefing, press tour, mengirimkan press release, special event, press party dan yang lainnya yang bertujuan peningkatan hubungan yang baik dan harmonis antara CPR dan pihak media.
f.       Hubungan dengan konsumen dan pelanggan : Membina, menjaga dan memelihara hubungan yang baik dengan konsumen dan pelanggan adalah salah satu pekerjaan CPR yang harus dikerjakan. Perusahaan yang tak dapat menjaga dan memelihara hubungan yang baik akan membuat konsumen dan pelanggannya satu persatu lari dan meninggalkan produk/ jasa perusahaan. Bukanlah pekerjaan yang mudah untuk menjaga hubungan yang baik dengan konsumen dan pelanggan, butuh kesabaran, kerendahan hati dan hati yang lapang dalam menerima kritik, masukan dan saran. Membina hubungan baik
Bahwa pada prinsipnya lingkup dari Public Relations atau Corporate Public Relations ada dua yaitu internal dan eksternal. Keduanya adalah kesinambungan yang harus selalu di lakukan atau dijalankan oleh Public Relations sehingga dalam melakukan tugas-tugasnya Public Relations tidak lagi salah dalam memahami apa saja lingkup ke dalam (internal) dan ke luar (eksternal).

Pada prinsipnya, ruang lingkup tugas danpekerjaan CPR ada dua, yaitu membina,menjaga dan memelihara hubungan ke dalam(internal public) dan juga hubungan ke luar(external public). Menurut Betty Wahyu NilaSari dalam Maria Assumpta Rumanti (2006),tugas pokok CPR dalam hal ini PR perusahaanadalah:
1.  Menyelenggarakan dan bertanggung jawabatas penyampaian informasi secara lisan,tulisan, melalui gambar (visual) kepadapublik, supaya publik memiliki pengertianyang benar tentang organisasi atauperusahaan, tujuan dan kegiatan yangdilakukannya.
2. Memonitor, merekam dan mengevaluasitanggapan serta pendapat umum ataumasyarakat.
3. Memperbaiki citra organisasi atauperusahaan.
4. Melakukan bentuk kegiatan sebagaitanggung jawab sosial perusahaan atausering disebut CSR (Corporate SocialResponsibility). Jadi CSR merupakan bentukatau wujud konkrit dari rasa tanggung jawabdan kepedulian perusahaan terhadap publik.
5. Komunikasi CPR atau PR perusahaanmemilik bentuk yang khusus, yaitukomunikasi timbal balik. Artinya, PRperusahaan tidak hanya menyampaikan ataumemberikan informasi kepada publik, tetapijuga meminta, memberi kesempatan kepadapublik untuk memberikan respon,tanggapan, masukan, opini ataupunpenilaiannya terhadap kegiatan-kegaitanyang telah dilakukan perusahaan. Dengancara ini, PR perusahaan dapat mengetahuiaspirasi, keinginan, kebutuhan dan harapandari publiknya.
Dari lima tugas pokok yang telah diuraikan,jelas bahwa lingkup pekerjaan CPR dibagidalam dua bagian besar, yaitu lingkuppekerjaan yang sifatnya ke dalam dan lingkuppekerjaan yang sifatnya ke luar:
Secara sederhana pekerjaan yang biasa dilakukan public relations dapat disingkat menjadi PENCILS, yaitu :
1.      Publication & publicity, yaitu mengenalkan perusahaan kepada publik.
2.      Events, mengorganisasi event atau kegiatan sebagai upaya membentuk citra.
3.      News, pekerjaan seorang public relations adalah menghasilkan produk-produk tulisan yang sifatnya menyebarkan informasi kepada publik.
4.      Community involvementpublic relations mesti membuat program-program yang ditujukan untuk menciptakan keterlibatan komunitas atau masyarakat sekitarnya.
5.      Identity Media, merupakan pekerjaan public relationsdalam membina hubungan dengan media (pers)
6.      Lobbyingpublic relations sering melakukan upaya persuasi dan negoisasi dengan berbagai pihak.
7.      Social investement, pekerjaan public relations untuk membuat program-program yang bermanfaat bagi kepentinagn dan kesejahteraan social.

CPR mempunyai fungsi internal dan eksternal. Seperti yang dikemukakan oleh Betrand Russel Canfield dalam Lubis (2001:20), fungsi humas adalah “it should serve the public interst” (mengabdi kepada kepentingan publik), “maintain good communication” (memelihara komunikasi yang baik), dan “stress good morals and manners” (menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik). Hal yang senada juga dikemukan oleh Scott Cutlip, Allen M Center and Gleen M Broom (1999) bahwa fungsi humas adalah untuk mempengaruhi pendapat publik, membuat penyajian pesan agar dapat diterima masyarakat dan melakukan komunikasi dua arah secara timbal balik.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi CPR memiliki dua fungsi yaitu fungsi internal dan fungsi eksternal. Fungsi internal CPR adalah sebagai berikut:
1.      Mengadakan analisa terhadap kebijakan organisasi atau instansi yang sudah maupun yang sedang berlangsung.
2.      Mengadakan perbaikan sebagai kelanjutan dari analisa yang dilakukan terhadap kebijakan organisasi atau instansi, baik yang sedang berlangsung maupun terhadap perencanaan kebijakan baru.
3.      Mengadakan konseling public relations, baik langsung maupun tak langsung dalam usaha menumbuhkan motivasi airah kerja para karyawan.
4.      Mengadakan dan menjalin hubungan dengan para pemegang saham, melalui pertemuan berkala, memberi laporan dan mengirim majalah. Dari keempat fungsi di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi internal public pelations adalah memelihara, menjaga, membina komunikasi yang baik diantara internal public, seperti: karyawan, pemegang saham dan keluarga karyawan.
Adapun fungsi CPR eksternal adalah:
1.      Memelihara, menjaga, membina komunikasi yang baik dengan para external public, seperti: masyarakat sekitar, pelanggan, instansi pemerintah, pihak media atau pers, konsumen, pemasok dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan organisasi atau perusahaan.
2.      Mengubah dan mempengaruhi opini publik, tujuannya untuk mendukung kebijakan organisasi atau perusahaan sehingga terbentuk opini publik yang favourable atau menyenangkan

Paper ini ditulis oleh Abang Zakqy Husna Mahasiswa Jurusan Perbankan Syari’ah IAIN Pontianak angkatan 2014

Daftar Pustaka
Jurnal Yerah Melita, Dosen Prodi S1 Ilmu Komunikasi Stisip Widuri: Mengkaji Ruang Lingkup Pekerjaan Marketing Public Relations (Mpr) Dan Corporate Public Relations (Cpr).
INSANI, ISSN : 977-240-768-500-5 | Vol. 3 No. 1 Juni 2016. 









0 comments:

Post a Comment