Saturday, November 25, 2017

strategi pengembangan pesan



STRATEGI PENGEMBANGAN PESAN

Setelah menetapkan sasaran yang dipilih, maka kita dapat menyusun sebuah pesan yang dapat  mendorong sasaran ke arah tindakan atau perbuatan yang diharapkan. Dalam pengembangan suatu pesan diperlukan kemampuan antara ilmu dan seni. 

Hal yang harus diperhatikan dalam strategi pengembangan pesan ialah Thema, copywriting, Ilustrating, dan Layout.

Dalam pengembangan komunikasi yang efektif ada delapan tahapan yang harus dinilai. Yang harus dilakukan komunikator ialah:

Pertama mengidentifikaisi audiens sasaran. Proses komunikasi pemasaran harus diawali dengan pendefinisian yang jelas tentang audiens sasaran. Misalnya: pesan tertentu akan ditujukan kepada pembeli potensial produk perusahaan, pemakai, pengambil keputusan atau pembawa pengaruh bisa berupa kelompok, individu, publik tertentu atau publik secara umum. Audience sasaran sangat mempengaruhi keputusan komunikator tentang apa, bagaimana, kapan, dimana, dan kepada siapa pesan yang hendak disampaikan.

Kedua, Menentukan Tujuan Komunikasi. Setelah pasar sasaran dan persepsinya dipahami, kominkator pemasaran mesti merumuskan respon aundiens yang inginkan. Pemasar mungkin hanya ingin menempatkan pesannya dalam benak konsumen, mengubah sikapnya, atau mendorongnya untuk berbuat sesuatu. 

Ketiga, setelah aundiens sasaraan dan respon yang diinginkan selesai dirumuskan, komunikator bisa beranjak ke pengembangan pesan yang efektif. Idealnya pesan tersebut harus menarik perhatian, menimbulkan niat, memicu keinginan, dan mendorong orang untuk berbuat. Dalam perumusan pesan menuntut kita untuk menjawab empat pertanyaan : apa yang disampaikan (isi pesan), bagaimana mengatakan nya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakannya secara simbolis (format pesan), dan siapa yang menyampaikannya (sumber pesan).

Keempat, Memilih Saluran Komunikasi. Komunikator memilih saluran komunikasi yang paling efisien untuk menyampaikan pesannya. Misalnya, umumnya detailer perusahaan formasi jarang dapat meminta waktu lebih dari sepuluh menit dari seorang dokter yang sibuk. Presentasi mereka harus singkat, tajan, mengena dan meyakinkan. Hal ini membuat kunjungan detailer sangat mahal. Industri farmasi mau tidak mau mesti memperluas saluran komunikasinya dengan memasang iklan di jurnal kedokteran, mengirim direct-mail (berisi kaset audio dan video), membagi Sampel gratis, dan juga telemarketing. Saluran komunikasi dapat dibagi menjadi dua, personal dan non personal. Saluran komunikasi personal meliputi dua orang atau lebih yang berkomunikasi langsung secara tatap muka, pembicara dengan audiensnya lewat telepon atau email komunikasi personal bisa lebih efektif karena adanya peluang untuk mengindividualisasikan penyampaian pesan dan umpan baliknya. Sedangnya saluran nonpersonal meliputi media, atmosfir dan even. Media terdiri dari media cetak (koran, majalah, direct-mail), media siaran (radio,televisi), media elektronik (kaset audio, Video, CD-ROM, halaman web), dan media display (baliho, papan iklan, poster, sign). Kebanyakan pesan non personal berasal dari media yang harus dibayar perusahaan (paid Media).

Kelima, Menetapkan Total Anggaran Komunikasi. Menurut pendapat Titik Nurbiyati dan Mahmud M (2005:287) dalam buku manajemen pemasaran kontemporer, salah satu kegiatan paling penting dan merupakan keputusan yang paling sukar yang biasanya dihadapi oleh perusahaan adalah menetapkan besarnya biaya promosu. Untuk menetapakan seberapa besar biaya promosi sebelumnya harus melalui proses penganggaran. Perusahaan dalam proses penganggaran ini bisa saja menerapkan metode dengan menetapkan terlebih dahulu jumlah anggaran untuk periklanan yang meliputi metode keterjangkauan, metode presentase penjualan, metode keseimbangan kompetitif, dan metode tujuan dan tugas.

Keenam, Memutuskan Bauran Komunikasi. Perusahaan harus membagi seluruh anggaran promosi dalam bauran komunikasi pemasaran diantara sarana promisi yang utama yang terdiri dari emat model komunikasi utama sebagai berikut : iklan, promosi penjualan, pemasaran langsung dan interaktif atau penjualan pribadi, Hubungan masyarakat (PR).

Ketujuh, Mengukur Hasil Komunikasi. Dalam Kotler (2005:330). Setelah pelaksaan promosi, komunikator harus bisa mengukur pengaruhnya pada target audiens. Anggota target audiens ditanya apakah memahami dan bisa mengingat pesan tersebut, berapa kali mereka melihat, poin apa yang diingat, bagaimana perasaan mereka tentang pesan itu, dan sikap mereka dulu dan sekarang terhadap produk dan perusahaan. Komunikator juga harus mengumpulkan ukuran, prilaku respon audiens, seperti beberapa banyak orang yang membeli prosduk, suka atau tidak, dan membicarakan tentang hal tersebut pada orang lain.

Dan yang terakhir, Mengelola Proses Komunikasi pemasaran terpadu. Dengan menggunakan strategi komunikasi pemasaran terpadu akan menghasilkan konsistensi komunikasi yang lebih baik dan dampak penjualan yang lebih besar. Komunikasi pemasaran terpadu membawa strategi komunikasi pemasaran kearah positif bagi perusahaan maupun konsumennya. Dalam Kontler (2005:337). Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh proses komunikasi memerlukan Integrated Marketing Communication : rencana komunikassi pemasaran yang menyadari nilai tambah dari rencana yang komprehensive yang menilai peranan strategi dari bermacam-macam disiplin komunikasi dan menggabungkan disiplin ini untuk menghasilkan kejelasan, konsistensi, dan pengaruh maksimum melalui keutuhan pesan yang berlainan.

Sumber:

0 comments:

Post a Comment