Friday, November 10, 2017

Mengenal Dasar PR

Public relation (humas) adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, meramalkan konsekuensinya, memberikan pengarahan kepada pimpinan institusi/lembaga dan melaksanakan program-program terencana yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi, lembaga dan  masyarakat yang terkait.
Public relation atau hubungan masyarakat masih merupakan bidang baru terutama di Indonesia. Lahirnya public relations seperti yang dipraktekan sekarang ialah karena adanya kemajuan-kemajuan dalam berbagai macam bidang itu. Kemajuan yang sekaligus merupakan juga kekuatan-kekuatan dalam masyarakat, memisahkan manusia kedalam berbagai kelompok atau golongan, yang masing-masing mempunyai tujuan sendiri dan berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan sebaik-baiknya.
Ruang Lingkup Public relation Dalam keseharianya menangani masalah komunikasi dengan Publik Internal dan juga Publik Eksternal namun dari beberapa publik nantinya terpecah menjadi beberapa kelompok seperti Pers, dan pemerintah.
Public Relation adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu kedalam  maupun  keluar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan saling pengertian. Public Relations timbul karena adanya ketergantungan antar individu, individu dan kelompok, maupun antar kelompok dengan masyarakat. Kualitas informasi dan keintensifan komunikasi yang terjadi membuat hubungan dalam sebuah Publik menjadi sesuatu yang sangat penting demi kelangsungan individu, kelompok maupun masyarakat.  Hubungan yang sehat terjadi bilamana terdapat kepercayaan dari publik-publik atas keterbukaan dan kejujuran sebuah kelompok, organisasi maupun masyarakat.

Public Relations merupakan kegiatan komunikasi dalam suatu perusahaan secara timbal balik. Hal ini adalah jalur pertama komunikasi berbentuk penyebaran informasi dari perusahaan kepada publik. Pada jalur kedua komunikasi berlangsung dalam bentuk penyampaian tanggapan atau opini publik dari publik ke perusahaan tadi. Melalui komunikasi dua arah tersebut, pihak perusahaan harus selalu mengkaji, apakah informasi yang disebarkan kepada publiknya itu diterima, dipahami dan diaplikasikan atau tidak. Evaluasi ini perlu sebagai bahan perencanaan kegiatan ke depannya.
Secara sederhana ruang lingkup pekerjaan yang biasa dilakukan Humas atau Public relations, yaitu:

1.            Publication & Publicity
Mengenalkan perusahaan kepada publik. Misalnya membuat tulisan yang disebarkan ke media, news letter, artikel, dan lainnya.

2.            Events
Mengorganisasi event atau kegiatan sebagai upaya membentuk citra.

3.            News
Pekerjaan seorang public reletions adalah menghasilkan produk-produk tulisan yang sifatnya menyebarkan informasi kepada publik, seperti press release, newsletter, berita, dan lain-lain.

4.            Community involvement.
Public reletions mesti membuat program-program yang ditujukan untuk menciptakan keterlibatan komunitas atau masyarakat.

5.            Identity-Media
Merupakan pekerjaan public reletions dalam membina hubungan dengan media (pers) untuk memperoleh publisitas media.

6.            Lobbying
Public reletions sering melakukan upaya persuasi dan bernegoisasi dengan berbagai pihak.

7.            Social investement
Pekerjaan public reletions untuk membuat program-program yang bermanfaat bagi kepentingan dan kesejahteraan sosial.

Untuk melakukan pekerjaan di bagian publisitas dan media relations seorang Public reletions mempunyai alat-alat kegiatan, seperti:

             Press release (menulis berita tentang perusahaan kepada media)
             Press conference (menyampaikan informasi tentang perusahaan dengan secara langsung mengundang wartawan)
             Press tours (mengundang wartawan untuk berkunjung ke perusahaan)
             Press party (menjamu wartawan makan bersama)
             Press receptions (mengadakan acara khusus pertemuan dengan wartawan)
             Media gathering (mengumpulkan media dalam sebuah forum
Morissan Dalam bukunya Hospitality and Travel Marketing (2008: 13) membahas mengenai ruang lingkup Public Relations yang memberikan pandangan kepada kita, bahwa pekerjaan Public Relations saat ini sudah terspesialisasi. Setiap organisasi atau perusahaan tidak bisa dipisahkan dengan public.  Ruang Lingkup Public Relation dibagi menjadi 2 yaitu Internal dan Eksternal.
Public Relations internal yaitu ruang lingkup yang masih di dalam suatu perusahaan itu sendiri . Contohnya:

             Employee Relations (hubungan dengan para pekerja)
             Stockholder Relations (hubungan dengan para pemegang saham)
             Labour Rekations (hubungan dengan para buruh)
             Manager Relations (hubungan dengan para manager)
Tujuan dibinanya hubungan dengan pihak internal adalah : untuk menciptakan hubungan baik yang harmonis dalam rangka memperoleh kesediaan kerjasama diantara orang-orang yang menjadi bagian dari organisasi serta memungkinkan orang-orang tersebut untuk ikut berpartisipasi dan berprestasi lebih tinggi dengan medapatkan kepuasan dari hasilnya.
Mencapai karyawan yang mempunyai kegairahan kerja Bentuk-bentuk hubungan pada publik internal disebut:

1.            Employee elations yaitu kegitan PR untuk memelihara hubungan khusus antara manajemen dengan para karyawan. Bentuknya formal karena employee merupakan potensi yang sangat berarti dalam organisasi karena dianggap dapat menentukan sukses tidaknya suatu organisasi.

2.            Manager relations  yaitu kegiatan PR untuk memelihara hubungan baik dengan para manajer di lingkungan perusahaan.

3.            Labour relations yaitu kegiatan PR dalam rangka memelihara hubungan antara pimpinan dengan serikat buruh di dalam perusahaan dan turut menyelesaikan masalah-masalah yang timbul antara keduanya.

4.            Stockholder relations yaitu kegiatan PR dalam rangka memelihara hubungan dengan para pemegang saham.
Publik Relations eksternal yaitu khalayak yang berada di luar organisasi/perusahaan. Contohnya:

             Goverment relations (menjaga hubungan baik dengan pemerintah)
             Community relations (menjaga hubungan baik dengan warga setempat)
             Consumer relations (menjaga hubungan baik dengan konsumen)
             Media and Pers relations (menjaga hubungan dengan media massa dan pers)

Wahidin Saputra dan Rulli Nasrullah di dalam bukunya yang berjudul “Public Relations Teori dan Praktik Public Relations di Era Cyber” (2011: 54-59) membagi ruang lingkup Public Relations berdasarkan jenis organisasi yang pada garis besarnya adalah:

1.            Humas (PR) Pemerintah, Lembaga-lembaga pemerintah pusat sampai tingkat daerah dilengkapi dengan bagian humas untuk mengelola informasi dan opini publik. Informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah disebarkan seluas-luasnya, dan opini public dikaji dan diteliti seefektif-efektifnya untuk keperluan pengambilan keputusan dan penentuan kebijaksanaan berikutnya.

2.            Humas (PR) Perusahaan, Perusahaan merupakan organisasi yang memiliki kekhasan dalam sifat, fungsi dan tujuannya maka humas perusahaan mempunyai kekhasan pula, meskipun dalam aspek-aspek tertentu terdapat persamaan dengan jenis-jenis humas lainnya. Di dalam Humas (PR) Perusahaan sendiri diklarifikasikan menjadi beberapa bagian yakni, Hubungan dengan karyawan oleh humas (PR), Hubungan dengan pemegang saham, Hubungan dengan pelanggan, Hubungan dengan komunitas khalayak sekitar, Hubungan dengan pemerintah  dan Hubungan dengan pers.

3.            Humas (PR) Internasional, seorang Amerika yang dianggap pelopor dalam mengembangkan humas internasional, mengatakan bahwa humas internasional akan berkembang pesat apabila suasananya didukung oleh tiga unsur dominan, yakni : Pertama, Pemerintah yang mapan dan demokratis. Kedua, Sistem ekonomi yang memungkinkan dikembangkan perusahaan pribadi dan digalakannya persaingan disegala lapangan yang menuntut kerja keras. Ketiga, Media yang besar dan merdeka, yang memperoleh pengawasan pemerintah secara minimal.

Kedudukan Public Relation Korporate
Secara umum Public Relations mempunyai kedudukan yang sangat strategis, yakni berada di antara dua pihak publik. Baik untuk publik lingkup internal maupun publik lingkup eksternal.  Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang Public Relations fungsinya adalah sebagai “penyambung lidah’’ perusahaan atau organisasi. Khususnya dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publik yang berada di dalam dan umumnya dengan publik publik yang berada di luar perusahaan.
Menurut Rhenald Khasali dalam "Manajemen Public Relations", mengatakan, Public Relation mempunyai tugas yang sangat sensitif, yakni menjaga kepuasan para stakeholders termasuk pemegang saham dan pemerintah. Public Relation bertanggung jawab terhadap pencegahan dan pemecahan krisis yang dapat mematikan perusahaan. Pekerjaan-pekerjaan ini membutuhkan kedekatan dengan pemimpin dan memerlukan dukungan penuh dari pimpinan atau di Indonesia dalam hal ini adalah pemegang saham mayoritas.
Kedudukan humas dan kewenangan petugasnya dalam organisasi tidak selalu dapat dinyatakan dengan tegas. Menurut John Tondowijojo, dalam bukunya Kedudukan Humas dalam Organisasi, (Bandung: Remaja Rosda Karya), 2004, hlm. 122 jika humas di akui sebagai bagian jajaran kebijakan pimpinan, humas harus berada langsung dibawah direksi. Humas harus mampu menyampaikan kebijaksanaan pimpinan sehingga ia harus berada dipihak yang berhubungan dengan pimpinan seluruh jajaran manajemen.

Kedudukan Public Relations dalam Organisasi/perusahaan yaitu:

•             Divisi PR harus jelas pengorganisasiannya (struktur organisasi, wewenang,job description, tanggungjawab, sertasistem kerjanya).

•             Struktur yang ideal berada di tingkat top level bila dilihat dari fungsi, tujuan dan peranan PR.

•             Dalam praktik terdapat berbagai macam kedudukan PR dalam organisisasi : mandiri (divisi PR),di bawah divisi pemasaran, dibawah corporate secretary, bagian umum,dll. Pada organisasi kecil, PR umumnya dijabat sekaligus oleh pimpinan organisasi tersebut.

•             Dilihat dari  tingkatan strukturnya, divisi PR ada yang berada di level atas, menengah maupun bawah (lower).

Keberhasilan suatu organisasi harus disertai dengan kesuksesan membangun relasi dengan seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah sistem yang dijalani, baik secara internal maupun eksternal. Misalnya, sebuah perusahaan selalu memperhatikan “suara” atau “tanggapan” dari para konsumen atau pelanggannya. Hal ini penting karena suatu produk/jasa yang telah diberikan akan mendapatkan respon oleh penggunannya.

Kegiatan humas haruslah sistematis dan terencana, tetapi kadang-kadang juga perlu untuk berimprovisasi dan berinovasi. Suatu kebijakan harus dipertimbangkan, dirumuskan, direncanakan dan di evaluasikan. Untuk ini diperlukan analisis data yang diperoleh tentang organisasi dan lingkungannya. Seberapa jauh Public Relation harus menapakkan ke peran internal atau fungsi eksternal, tentu saja sepenuhnya tergantung pada kebijakan manajemen. Hanya saja kalau kita menginjak pada tataran ideal fungsi Ppublic Relation, tentu saja keseimbangan peran internal dan eksternal adalah perlu. Seberapa jauh titik keseimbangan tersebut harus dijalankan tentu tergantung pada bidang gerak perusahaan/organisasi yang bersangkutan.

Dalam menjalankan fungsinya seorang Public Relation, sebagai pejabat humas dituntut untuk memiliki empat kemampuan, yaitu:

1.            Memiliki kemampuan mengamati dan menganalisis suatu persoalan berdasarkan fkata di lapangan, perencanaan kerja komunikasi dan mampu mengevaluasi suatu problematic yang dihadapinya.

2.            Kemampuan untuk menarik perhatian, melalui berbagai kegiatan publikasi yang kreatif, inovatif, dinamis dan menarik bagi publiknya sebagai target sasarannya.

3.            Kemampuan untuk mempengaruhi pendapat umum, merekayasa pandangan atau opini public (crystallizing public opinion) yang searah dengan kebijakan organisasi instansi yang diwakilinya itu dalam posisi yang saling mnguntungkan.

4.            Kemampuan PR/Humas menjalin suasana saling percaya toleransi, saling menghargai, good will dan lain sebagainya dengan berbagai pihak, baik public internal maupun eksternal.

Hubungan masyarakat atau Public Relations adalah suatu usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan saling pengertian antara sebuah lembaga/institusi dengan masyarakat. Humas (PR) adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, meramalkan konsekuensinya, memberikan pengarahan kepada pimpinan institusi/lembaga dan melaksanakan program-program terencana yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi maupun lembaga tersebut maupun masyarakat yang terkait.

Kedudukan Public Relations bagi organisasi dan bagi reputasi organisasi. Perubahan politik, sosial dan teknologi dalam masyarakat luas, ditambah dengan munculnya ekonomi global, telah semakin mengukuhkan perlunya program – program Public Relations diterapkan melalui strategi yang teratur pada setiap tingkatan usaha. Hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah setiap karyawan atau anggota organisasi merupakan perwakilan dari sebuah perusahaan atau organisasi, dan segala prilakunya akan mencerminkan citra keseluruhan perusahaan atau organisasi.

Dalam pembahasan materi di atas mengenai lingkup public relation dan kedudukan public ration korperat mungkin masih banyak kekurangan, baik di segi penulisan ataupun di dari penyusunan kalimat dan kata-katanya,oleh sebab itu saya selaku penulis minta maaf sebesar-besarnya kepada dosen dan mahasiswa semua, sebagai penyempurna kami mengharap kritik dan saran yang positif dari teman-teman semua.

Paper ini ditulis oleh Siti Romlah Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah IAIN Pontianak Angkatan 2014. 

Daftar Pustaka
http://derikpr.com/2017/11/07/ruang-lingkup-pr-public-relations/
Wahidin Saputra dan Rulli Nasrullah “Public Relations Teori dan Praktik Public Relations di Era Cyber” tahun 2011, hal 54-59
Morissan, Hospitality and Travel Marketing, tahun 2008, hal 13
John Tondowijojo, Kedudukan Humas dalam Organisasi, (Bandung: Remaja Rosda Karya), 2004, hlm. 122

http://akbarpublicrelation.blogspot.co.id/2016/01/kedudukan-dan-strategi-public-relation.html di akses pada tanggal 14 januari 2016 

0 comments:

Post a Comment