Klik: Hermawan Kartajaya

Empowering customer mengacu pada upaya brand memberi kekuasaan kepada customer. Mereka harus dibuat seolah-olah memiliki brand itu sendiri (own the brand)

Klik: Peter F. Drucker

Hal paling penting dalam komunikasi adalah mendengarkan dan memahami apa yang tidak dikatakan.

Klik: Tony Robbins

Kualitas hidup Anda adalah kualitas komunikasi Anda.

Klik: Elizabeth Goenawan Ananto

PR merupakan ujung tombak dalam hal pemetaan kondisi publik dan perusahaan

Klik: Prita Kemal Gani

PR bukanlah masalah cantik atau gagahnya saja, namun lebih kepada kepiawaian, kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi, memiliki wawasan yang luas dan skill-skill yang mendukung profesinya

Wednesday, November 29, 2017

Ruang Lingkup PR




Public relations (PR) atau hubungan masyarakat (humas) telah menjadi ”trend” manajemen di Indonesia, dengan berbagai istilahnya. Hal ini bisa dilihat dari dibentuknya ”bagian” atau ”divisi” PR dalam banyak perusahaan, profit maupun non profit. PR juga berkembang dengan analogi yang beragam, tergantung bagaimana orang mempersepsinya.
Ada yang mendeskripsikan tugas PR sebagai protokoler, fotografi, tugas mengatur dan menservis wartawan, menjawab berita, mengkliping koran, mengelola buletin, event organizer sampai dengan analog sebagai ”penyelamat” organisasi dari citra buruk di mata masyarakat. PR sampai saat ini juga dipersepsi sebagai ”dunianya” perempuan cantik, pria necis, glamour, menarik, wangi, memiliki relasi yang luas, sehingga untuk menjadi seorang PR dianggap mudah, tidak memerlukan kompetensi tertentu.
Di dalam pembahasan makalah ini kami membahas tentang ruang lingkup Public Relations terbagi dua, yaitu eksternal public relations dan internal public relations.Membina hubungan ke dalam (publik internal) dan Membina hubungan ke luar (publik eksternal).
Dalam setiap bidang pekerjaan, sudah secara otomoatis terdapat ruang lingkup bidang pekerjaan. Ruang lingkup ini merupakan hal - hal apa saja yang akan dikerjakan atau menjadi sasaran kegiatan Public Relations. Ruang lingkup Public Relations terbagi dua, yaitu eksternal public relations dan internal public relations.
Berikut penjelasan Ruang Lingkup Public Relations yang dikutip dari beberapa buku :
Ruslan (2010:22-23) menjabarkan adapun Ruang lingkup tugas Public Relations dalam sebuah ornganisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut :
1. Membina hubungan ke dalam (publik internal)
Yang dimaksud dengan publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi.
a.       Hubungan dengan karyawan : Melakukan dan menjalin hubungan melalui komunikasi yang baik antar karyawan merupakan tugas dan pekerjaan CPR. Cara untuk tetap menjalin, menjaga dan memelihara hubungan yang baik dengan sesama karyawan, baik antara atasan dengan bawahan atau sebaliknya dapat diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan, seperti: kegiatan kebersamaan, olahraga, tour, outbond dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Didalamnya juga akan terbentuk motivasi kerja, moral kerja, budaya perusahaan, filosofi perusahaan dan karyawan pun mendukung atas produk-produk perusahaan.
b.      Hubungan dengan keluarga : karyawan Keluarga karyawan juga merupakan pihak yang berpengaruh di dalam suatu perusahaan. Keluarga karyawan memberi dukungan kepada anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan. Tanpa dukungan dari keluarga tidaklah mungkin karyawan dapat melakukan tugas, pekerjaan dan kewajibannya dengan baik. Oleh karena itu, memperhatikan dan peduli terhadap kebutuhan dan kepentingan keluarga karyawan adalah hal yang tak dapat diabaikan. Cara yang dapat dilakukan CPR dalam melibatkan atau mengikutsertakan anggota keluarga karyawan, seperti: family gathering, pertandingan dan perlombaan, melakukan kunjungan atau anjangsana dan yang lainnya yang dapat mempererat tali persaudaraan diantara anggota keluarga karyawan
c.       Hubungan dengan pemegang saham (stockholder relations) : Pemegang saham atau orang yang menanamkan modalnya atau penyandang dana perusahaan perlu mendapat perhatian dan pihak perusahaan. Pekerjaan ini lebih tepat dilakukan oleh CPR. CPR dapat menjalin dan memelihara komunikasi yang baik dengan pihak penyandang dana, seperti: merancang pertemuan dan melakukan pertemuan rutin atau berkala dengan pihak manajer dan investor. Mengundang investor ke perusahaan untuk dapat melihat langsung perkembangan perusahaan. Memberikan laporan secara rutin dan berkala kepada pihak investor, agar investor mengetahui dan memahami dengan benar mengenai kemajuan dan perkembangan perusahaan.
2. Membina hubungan ke luar (publik eksternal)
Yang dimaksud publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilnya.
a.       Hubungan dengan masyarakat sekitar (community relations) : Salah satu tugas pekerjaan CPR yang berkaitan dengn eksternal PR adalah dapat menjalin, memelihara hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. Tidak dapat tidak, perusahaan wajib membina hubungan yang baik dengan masyarakat yang ada di sekitar perusahaan. Maju, mundurnya perusuhaan sedikit banyaknya dipengaruhi atau ditentukan oleh masyarakat yang ada di sekitar perusaahaan. Perusahaan yang tak mempedulikan atau menghiraukan masyarakat sekitar dan mengabaikan, jangan berharap banyak perusahaan tersebut dapat eksis apalagi berkembang dan maju.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam membina hubungan dengan masyarakat sekitar perusahaan, seperti: memberikan bantuan dana pendidikan atau beasiswa, memberikan fasilitas pendidikan dan perlengkapan sekolah. Memberikan fasilitas ibadah, kesehatan, dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan masyarakat sekitar sesuai dengan kemampuan perusahaan.
b.      Hubungan dengan pemerintah : Hubungan pemerintah merupakan salah satu hubungan eksternal yang terjadi antara pihak permerintah dengan pihak perusahaan. Sama halnya dengan masyarakat sekitar, perusahaan perlu dan harus memelihara dan menjaga hubungan dengan pihak pemerintah. Disinilah tugas dan pekerjaan CPR agar dapat memellihara dan menjaga hubungan yang baik dengan pihak pemerintah. Hubungan yang baik dengan pemerintah akan memudahkan perusahaan dalam menyesuaikan kebijakan yang akan diambil dengan kebijakankebijakan pemerintah, sehingga terwujud sesuai dengan aturan pemerintah dan tidak melanggar hukum. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam membina hubungan dengan pihak pemerintah, seperti: melakukan dialog, pertemuan berkala, bentuk perhatian ucapan selamat kepada pejabat yan menduduki jabatan baru atau pemberian ucapan ulang tahun dan bakti sosial.
c.       Humas (PR) Pemerintah : Lembaga-lembaga pemerintah pusat sampai tingkat daerah dilengkapi dengan bagian humas untuk mengelola informasi dan opini public. Informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah disebarkan seluas luasnya, dan opini public dikaji dan diteliti seefektif-efektifnya untuk keperluan pengambilan keputusan dan penentuan kebijaksanaan berikutnya. Wahidin Saputra dan Rulli Nasrullah dalam buku Public Relations 2.0 Teori dan Praktik Public Relations di Era Cyber” ( 2011: 54-59) mengutip Sam Black dalam bukunya, “Practical Public Relations” mengklarifikasikan humas menjadi humas pemerintah pusat (center government) dan humas pemerintahan daerah (local government).
d.      Humas (PR) Pemerintah Daerah: Humas pemerintah daerah pada hakikatnya sama saja dengan humas pemerintah pusat, dalam rangka pengorganisasian dan mekanisme kerja. Bedanya hanya dalam ruang lingkup.
e.       Hubungan dengan media atau pers : Hubungan degan pihak media atau pers adalah hubungan yang perlu dan penting, karena bila CPR tidak dapat menjaga dan memelihar hubungan yang baik dengan pihak media, maka perusahaan tidak dapat dikenal dimengerti apalagi didukung. Pihak media dapat mengecilkan berita atau sebaliknya dapat membesarkan berita, sehingga media sangat dibutuhkan oleh CPR. Berkembang atau tidaknya perusahaan juga ditentukan oleh pihak media. Bentuk-bentuk kegiatan yang dapat dilakukan CPR dengan pihak media, seperti: konferensi pers, press briefing, press tour, mengirimkan press release, special event, press party dan yang lainnya yang bertujuan peningkatan hubungan yang baik dan harmonis antara CPR dan pihak media.
f.       Hubungan dengan konsumen dan pelanggan : Membina, menjaga dan memelihara hubungan yang baik dengan konsumen dan pelanggan adalah salah satu pekerjaan CPR yang harus dikerjakan. Perusahaan yang tak dapat menjaga dan memelihara hubungan yang baik akan membuat konsumen dan pelanggannya satu persatu lari dan meninggalkan produk/ jasa perusahaan. Bukanlah pekerjaan yang mudah untuk menjaga hubungan yang baik dengan konsumen dan pelanggan, butuh kesabaran, kerendahan hati dan hati yang lapang dalam menerima kritik, masukan dan saran. Membina hubungan baik
Bahwa pada prinsipnya lingkup dari Public Relations atau Corporate Public Relations ada dua yaitu internal dan eksternal. Keduanya adalah kesinambungan yang harus selalu di lakukan atau dijalankan oleh Public Relations sehingga dalam melakukan tugas-tugasnya Public Relations tidak lagi salah dalam memahami apa saja lingkup ke dalam (internal) dan ke luar (eksternal).

Pada prinsipnya, ruang lingkup tugas danpekerjaan CPR ada dua, yaitu membina,menjaga dan memelihara hubungan ke dalam(internal public) dan juga hubungan ke luar(external public). Menurut Betty Wahyu NilaSari dalam Maria Assumpta Rumanti (2006),tugas pokok CPR dalam hal ini PR perusahaanadalah:
1.  Menyelenggarakan dan bertanggung jawabatas penyampaian informasi secara lisan,tulisan, melalui gambar (visual) kepadapublik, supaya publik memiliki pengertianyang benar tentang organisasi atauperusahaan, tujuan dan kegiatan yangdilakukannya.
2. Memonitor, merekam dan mengevaluasitanggapan serta pendapat umum ataumasyarakat.
3. Memperbaiki citra organisasi atauperusahaan.
4. Melakukan bentuk kegiatan sebagaitanggung jawab sosial perusahaan atausering disebut CSR (Corporate SocialResponsibility). Jadi CSR merupakan bentukatau wujud konkrit dari rasa tanggung jawabdan kepedulian perusahaan terhadap publik.
5. Komunikasi CPR atau PR perusahaanmemilik bentuk yang khusus, yaitukomunikasi timbal balik. Artinya, PRperusahaan tidak hanya menyampaikan ataumemberikan informasi kepada publik, tetapijuga meminta, memberi kesempatan kepadapublik untuk memberikan respon,tanggapan, masukan, opini ataupunpenilaiannya terhadap kegiatan-kegaitanyang telah dilakukan perusahaan. Dengancara ini, PR perusahaan dapat mengetahuiaspirasi, keinginan, kebutuhan dan harapandari publiknya.
Dari lima tugas pokok yang telah diuraikan,jelas bahwa lingkup pekerjaan CPR dibagidalam dua bagian besar, yaitu lingkuppekerjaan yang sifatnya ke dalam dan lingkuppekerjaan yang sifatnya ke luar:
Secara sederhana pekerjaan yang biasa dilakukan public relations dapat disingkat menjadi PENCILS, yaitu :
1.      Publication & publicity, yaitu mengenalkan perusahaan kepada publik.
2.      Events, mengorganisasi event atau kegiatan sebagai upaya membentuk citra.
3.      News, pekerjaan seorang public relations adalah menghasilkan produk-produk tulisan yang sifatnya menyebarkan informasi kepada publik.
4.      Community involvementpublic relations mesti membuat program-program yang ditujukan untuk menciptakan keterlibatan komunitas atau masyarakat sekitarnya.
5.      Identity Media, merupakan pekerjaan public relationsdalam membina hubungan dengan media (pers)
6.      Lobbyingpublic relations sering melakukan upaya persuasi dan negoisasi dengan berbagai pihak.
7.      Social investement, pekerjaan public relations untuk membuat program-program yang bermanfaat bagi kepentinagn dan kesejahteraan social.

CPR mempunyai fungsi internal dan eksternal. Seperti yang dikemukakan oleh Betrand Russel Canfield dalam Lubis (2001:20), fungsi humas adalah “it should serve the public interst” (mengabdi kepada kepentingan publik), “maintain good communication” (memelihara komunikasi yang baik), dan “stress good morals and manners” (menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik). Hal yang senada juga dikemukan oleh Scott Cutlip, Allen M Center and Gleen M Broom (1999) bahwa fungsi humas adalah untuk mempengaruhi pendapat publik, membuat penyajian pesan agar dapat diterima masyarakat dan melakukan komunikasi dua arah secara timbal balik.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi CPR memiliki dua fungsi yaitu fungsi internal dan fungsi eksternal. Fungsi internal CPR adalah sebagai berikut:
1.      Mengadakan analisa terhadap kebijakan organisasi atau instansi yang sudah maupun yang sedang berlangsung.
2.      Mengadakan perbaikan sebagai kelanjutan dari analisa yang dilakukan terhadap kebijakan organisasi atau instansi, baik yang sedang berlangsung maupun terhadap perencanaan kebijakan baru.
3.      Mengadakan konseling public relations, baik langsung maupun tak langsung dalam usaha menumbuhkan motivasi airah kerja para karyawan.
4.      Mengadakan dan menjalin hubungan dengan para pemegang saham, melalui pertemuan berkala, memberi laporan dan mengirim majalah. Dari keempat fungsi di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi internal public pelations adalah memelihara, menjaga, membina komunikasi yang baik diantara internal public, seperti: karyawan, pemegang saham dan keluarga karyawan.
Adapun fungsi CPR eksternal adalah:
1.      Memelihara, menjaga, membina komunikasi yang baik dengan para external public, seperti: masyarakat sekitar, pelanggan, instansi pemerintah, pihak media atau pers, konsumen, pemasok dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan organisasi atau perusahaan.
2.      Mengubah dan mempengaruhi opini publik, tujuannya untuk mendukung kebijakan organisasi atau perusahaan sehingga terbentuk opini publik yang favourable atau menyenangkan

Paper ini ditulis oleh Abang Zakqy Husna Mahasiswa Jurusan Perbankan Syari’ah IAIN Pontianak angkatan 2014

Daftar Pustaka
Jurnal Yerah Melita, Dosen Prodi S1 Ilmu Komunikasi Stisip Widuri: Mengkaji Ruang Lingkup Pekerjaan Marketing Public Relations (Mpr) Dan Corporate Public Relations (Cpr).
INSANI, ISSN : 977-240-768-500-5 | Vol. 3 No. 1 Juni 2016. 









PENENTUAN TARGET DAN STRATEGI SERTA PERENCANAAN PR



PENENTUAN TARGET DAN STRATEGI SERTA PERENCANAAN PR
Bidang PR saat ini sudah berkembang semakin pesat terkait dengan berkembangnya media. Hubungan media melibatkan bekerja dengan berbagai media untuk tujuan menginformasikan publik misi organisasi, kebijakan dan praktek dalam cara yang positif, konsisten dan kredibel. Biasanya, ini berarti koordinasi langsung dengan orang yang bertanggung jawab untuk memproduksi berita dan fitur di media massa. 
Salah satu yang ada dihumas adalah bekerja dengan media, dengan pemahaman dasar tentang hubungan yang kompleks antara praktisi public relation dengan wartawan. Kedua mitra ini mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling membutuhkan. Media merupakan sarana atau alat untuk menyampaikan informasi kepada publik, berbagai masalah yang berhubungan dengan masyarakat luas diberitakan oleh media. 
A.  Pengertian Media Publik Relation
Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai masalah yang berhubungan dengan masyarakat atau humas. Humas atau public relaton ini sendiri mempunyai pengertian yakni kegiatan komunikasi dalam organisasi yang berlangsung dua arah atau timbale balik. Posisi humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen organisasi. Sasaran humas adalah public internal dan eksternal, dimana secara operasional humas bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi diantara keduanya.
 Dalam perjalanannya, public relation bekerja sama dengan media guna mewujudkan tujuannya tersebut. Seliain itu, Untuk memperoleh hasil yang optimal dari kegiatan public relations diperlukan program yang memungkinkan terjadinya komunikasi tatap muka (face to face) dengan masyrakat lingkungannya.Program komunikasi tatap muka dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat bantu. Untuk itu, maka program tersebut dinamai Media PR ( Public relation).
Philip Lesley (1991: 7 memberikan Definisi media relation sebagai hubungan dg media komunikasi untuk melakukan publisitas atau mersepon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi. Juga Yosal Iriantara (2005:32) mengartikan media relation merupakan bagian dari public relation eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan public untuk mencapai tujuan organisasi.              
Media Humas (PR Media) adalah segala bentuk media (sarana/saluran/channel) yang digunakan praktisi humas dalam pekerjaannya dengan tujuan publikasi yang luas agar produk atau jasa yang humas pasarkan lebih dikenal oleh masyarakat. Media humas bersifat lebih kepada publikasi dan komunikasi. Media komunikasi yang penting digunakan humas adalah dalam kemitraannya dengan media pers (cetak atau elektronik) --dikenal dengan media relations (hubungan media) atau press relations (hubungan pers).
Media merupakan jalur terpenting dalam kegiatan PR. Media yang ada saat ini sangat bervariasi. Anda harus bekerja keras agar dapat mendorong media untuk memuat pendapat anda. Oleh karena itu, Anda memerlukan ‘cerita’ dan perlu dipikirkan secara tepat apa yang ingin anda lakukan dan ditujukan kepada pihak mana. Hal ini bertujuan agar terjadi hubungan yang baik dengan media. Untuk melakukan hal itu, Anda harus mengetahui sifat media tersebut. Ada beberapa media yang dapat dijadikan mitra untuk bekerjasama oleh PR.
B.       Peranan Media Public Relation
Sebagai bagian dari manajemen perusahaan/organisasi, PR berorientasi pada aktivitas yang dilakukan oleh industri, perusahaan, perserikatan, organisasi sosial, atau jawatan pemerintah, untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang sehat dan bermanfaat dengan maksud menyesuaikan dirinya pada keadaan sekeliling dan memperkenalkan diri pada masyarakat. Minimal ada dua fungsi utama PR yang utama dalam masyarakat. Pertama, PR bertujuan mendapatkan dan menambahkan penilaian serta jasa bagi masyarakat. Kedua, secara defensif berusaha menjadi sarana pembelaan diri terhadap pendapat negatif tatkala menerima penyerangan yang tidak wajar dari pihak luar.
Pada tataran praksisnya, implementasi PR mengarah pada tiga bidang kerja, yakni marketing, publishing dan dokumentasi. Pada dua bidang marketing dan publishing mungkin memang demikian fungsi PR. Adapun kewajiban PR adalah melaksanakan kebijakan manajer perusahaan dalam memperkenalkan produk barunya dan mempengaruhi masyarakat. Sedangkan terhadap pihak internal perusahaan, PR mempunyai kewajiban memberikan penjelasan tujuan dari setiap kebijakan agar semua pihak merasa terpanggil dan mau menyukseskan program perusahaan sesuai dengan visi manajer yang akan memakai barang atau jasa (produksi) yang baru.
Dari sini terlihat, PR mempunyai dua arah komunikasi. Dari dua arah ini, tugas terberat PR adalah keberhasilannya mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat melalui sarana yang positif berupa, public understanding (pengertian publik), publik confidence (kepercayaan publik), public support (dukungan publik) dan public cooperation (kerja sama publik). Lekatnya bidang PR dengan dunia komunikasi, secara otomatis mengarahkan proses komunikasi PR berhadapan dengan dua bentuk hubungan yang berbeda strateginya, yakni hubungan secara psikologis dan hubungan sosiologis dengan publik. Yang pertama, kegiatan PR dihadapkan pada masalah-masalah yang berhubungan dengan opini masyarakat dan proses persuasi. Sementara yang kedua dihadapkan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan komunikasi massa, human relations dan group relation.
C.    Tujuan Media Public Relation
Adapun tujuan Media Relations Dalam Aktifitas PR adalah sebagai berikut :
a)   Membantu mempromosikan dan meningkatkan penjualan produk/jasa
b)   Menjalin komunikasi berkesinambungan
c)    Meningkatkan kepercayaan publik
d)   Meningkatkan citra baik perusahaan/ organisasi
e)    Manfaat Media Relations Bagi PR
f)    Membangun pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab organisasi dan media massa
g)   Membangun kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling menghormati, menghargai, kejujuran serta kepercayaan
h)   Penyampaian informasi yang akurat, jujur dan mampu memberikan pencerahan bagi publik.
i)   Promosi & tingkatkan pemasaran
j) Komunikasi berkesinambungan
k)   Tingkatkan kepercayaan publik
l)   Meningkatkan citra perusahaan/organisas
Contoh kasus bagaimana peranan Media Relations dalam PR begitu penting terjadi pada perusahaan farmasi terkemuka Johnson & Johnson
Kesimpulan             :
Liputan yang baik di media akan memberikan pencitraan yang baik pula bagi organisasi, meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap organisasi, dan akhirnya menumbuhkan minat pemodal untuk menginvestasikan modalnya pada organisasi.  Aktifitas Public Relations inilah yang menjalin relasi dengan media dan mendapatkan kepercayaan dari liputan media.
D.    Media Public Relation
a.       Media Cetak (jurnal inhouse, surat kabar, majalah, dll).
b.      Online Media (website, blog, media sosial, email, dll.
c.       Broadcasting Media (radio, televisi, dll)
d.      Special Event (seminar, workshops..dll)
e.       Outdoor Media - Media Luar Ruang (spanduk, papan reklame, poster, dll)
Adapun penjelasan lain mengenai media  yang digunakan public relations dalam menyampaikan pesan kepada public:
a)      Kampanye periklanan dan kampanye humas sama-sama bisa menggunakan berbagai macam media.
b)      Para praktisi PR berhubungan dengan para editor, jurnalis, serta para produser TV dan radio, sedangkan para praktisi periklanan lebih banyak berhubungan dengan para manager iklan dari berbagai perusahaan, petugas iklan di media massa (radio, koran, televisi, majalah, dan sebagainya).
c)      Iklan sifatnya jauh lebih komersial dibandingkan dengan PR.
d)     Kampanye periklanan biasanya dilakukan terbatas pada media-media yang bisa diharapkan akan membuahkan hasil maksimal (misalnya lonjakan penjualan) dengan biaya serendah-rendahnya. Sedangkaan kampanye PR bersedia menggunakan media apa saja, asalkan bisa menjangkau sebanyak mungkin khalayak.
e)      Tidak seperti dunia periklanan, dunia PR dapat menggunakan berbagai media khusus seperti jurnal-jurnal internal, buletin atau sekedar majalah dinding.

Selanjutnya adapun pemilihan media dalam media public relation :
a.       Radio; Plus : penyampaian gagasan sederhana dan langsung, teks luwes (mudah dikoreksi), punya publik khusus; Minus : dialog dan materi kurang variasi, fakta tak bisa dibeberkan lengkap, melelahkan (suara dan waktu terbatas), hanya bisa didengarkan sekali.
b.      Siaran televisi; Plus : jangkau masyarakat luas, audio visual; Minus : biaya mahal, komunikasi satu arah, siaran cepat, daya beli mahal
c.       Surat kabar; Plus : menjangkau semua lapisan masyarakat, murah; Minus: penyampaian berita tergantung penulis (isi sudah benar? mudah dimengerti  dan dicerna awam? dll)
d.      Media Online: Plus: Trending, terutama media sosial & blog, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, menjangkau seluruh dunia (internasional), dapat diakses kapan dan di mana saja, terdokumentasi. Minus: butuh akses internet, SDM bidang media online masih terbatas, butuh keterampilan khusus mengelola & menulis di media online (internet).
E.     Variasi Media PR :
Adapaun variasi-variasi yang bisa di gunakan atau di pakai dalam dunia PR adalah sebagai berikut :
a)      Media pers (press).
Media ini terdiri dari berbagai macam koran yang beredar di masyarakat secara umum, baik yang berskala regional maupun nasional atau bahkan internasional, koran-koran gratis, majalah-majalah, yang diterbitkan secara umum maupun hanya dalam jumlah terbatas untuk kalangan tertentu; buku-buku petunjuk khusus; buku-buku tahunan dan laporan-laporan tahunan dari berbagai lembaga yang sengaja dipublikasikan untuk umum.
b)      Audio-visual.
Media ini terdiri dari slide dan kaset video, film-film dokumenter.
c)      Radio.
Kategori ini meliputi semua jenis radio, mulai dari yang berskala lokal, nasional hingga internasional baik yang dipancarkan secara luas maupun yang dikemas secara khusus.
d)     Televisi
Televisi sebagai media PR tidak hanya televisi nasional atau regional tapi juga televisi internasional, termasuk pula sistem-sistem teletex.
e)      Pameran (exhibition)
f)       Bahan-bahan cetakan (printed material)
Yakni berbagai macam bahan cetakan yang bersifat mendidik, informatif, dan menghibur yang disebarkan dalam berbagai bentuk guna mencapai tujuan humas tertentu.
g)      Penerbitan buku khusus (sponsored books)
Isi buku ini bisa bermacam-macam, misalnya saja mengenai seluk-beluk organisasi, petunjuk lengkap mengenai cara penggunaan produk-produknya atau bisa juga mengenai keterangan tentang berbagai aspek yang berkenaan dengan produk atau organisasi itu sendiri.
h)      Surat langsung (direct mail)
Surat PR seperti ini tidak saja ditujukan kepada tokoh atau pribadi-pribadi tertentu saja, tetapi juga kepada berbagai macam lembaga yang sekiranya relevan, atau untuk dipajang di tempat-tempat umum.
i)        Pesan-pesan lisan (spoken words)
Penyampaian pesan PR juga bisa dilakukan melalui komunikasi langsung atau tatap muka.
j)        Pemberian sponsor (sponsorship)
Suatu organisasi atau perusahaan bisa pula menjalankan kegiatan PRnya melalui penyediaan dana atau dukungan tertentu atas penyelenggaraan suatu acara seni, olahraga, ekspedisi, beasiswa universitas, sumbangan amal, dan sebagainya. Kegiatan penyediaan sponsor ini juga sering dilakukan dalam rangka melancarkan suatu iklan atau mendukung usaha-usaha pemasaran.
k)      Jurnal organisasi (house jurnals)
Suatu bentuk terbitan dari sebuah perusahaan atau organisasi yang sengaja dibuat dalam rangka mengadakan komunikasi dengan khalayaknya.
l)        Ciri khas (house style) dan identitas perusahaan (corporate identity)
Bentuknya bisa bermacam-macam, tergantung pada bentuk dan karakter organisasinya. Ciri khas organisasi atau identitas perusahaan ini sengaja diciptakan untuk mengingatkan khalayak atas keberadaan dari organisasi yang bersangkutan.
m)    Bentuk-bentuk media humas lainnya
Misalnya banyak perusahaan sengaja menyisipkan pesan-pesan sosial pada kemasan produknya agar khalayak mengetahui bahwa mereka bukanlah binatang ekonomi yang semata-mata mengejar keuntungan.
F.     Manfaat Media Public Relation
a.       Membangun pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab organisasi dan media massa
b.      Membangun kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling menghormati, menghargai, kejujuran serta kepercayaan
c.       Penyampaian informasi yang akurat, jujur dan mampu memberikan pencerahan bagi publik
d.      Dapat mempermudah perusahaan menyampaikan pesan ke publik
e.       Mempercepat arus informasi dari perusahaan ke publik
f.       Memiliki jangkauan yang luas dalam penyebarannya.
g.      Memperoleh tempat dalam pemberitaan media mengenai hal - hal yang meguntungkan organisasi.
h.      Memperoleh umpan balik dari masyarakat.
i.        Memperoleh data dalam hal keperluan pembuatan penilaian (assesment) secara tepat.

Paper ini ditulis oleh Meina Hardianti Resti Mahasiswa Jurusan Perbankan Syari’ah IAIN Pontianak angkatan 2014

Daftar Pustaka
Abdurrachman, Oemi. 2001. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Penerbitan PT. Citra  
      
Aditya Bakti
Chatra, Emeraldy dan Nasrullah, Rulli,Public Relations Strategi Kehumasandalam 
       Menghadapi Krisis Bandung: Maximalis, 2008Cangara, Hafied
Elvinaro, Aldianto&Soemirat, Soleh,  2003,  Dasar-Dasar Public Relation, Penerbit PT. Remaja
       Rosdakarya, Bandung
Rumanti, Maria Assumpta Sr, 2002,  Dasar-dasar Public Relation Teori dan Praktik, Penerbit PT.
      Grafindo, Jakarta.