Wednesday, November 29, 2017

PENENTUAN TARGET DAN STRATEGI SERTA PERENCANAAN PR



PENENTUAN TARGET DAN STRATEGI SERTA PERENCANAAN PR
Bidang PR saat ini sudah berkembang semakin pesat terkait dengan berkembangnya media. Hubungan media melibatkan bekerja dengan berbagai media untuk tujuan menginformasikan publik misi organisasi, kebijakan dan praktek dalam cara yang positif, konsisten dan kredibel. Biasanya, ini berarti koordinasi langsung dengan orang yang bertanggung jawab untuk memproduksi berita dan fitur di media massa. 
Salah satu yang ada dihumas adalah bekerja dengan media, dengan pemahaman dasar tentang hubungan yang kompleks antara praktisi public relation dengan wartawan. Kedua mitra ini mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling membutuhkan. Media merupakan sarana atau alat untuk menyampaikan informasi kepada publik, berbagai masalah yang berhubungan dengan masyarakat luas diberitakan oleh media. 
A.  Pengertian Media Publik Relation
Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai masalah yang berhubungan dengan masyarakat atau humas. Humas atau public relaton ini sendiri mempunyai pengertian yakni kegiatan komunikasi dalam organisasi yang berlangsung dua arah atau timbale balik. Posisi humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen organisasi. Sasaran humas adalah public internal dan eksternal, dimana secara operasional humas bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi diantara keduanya.
 Dalam perjalanannya, public relation bekerja sama dengan media guna mewujudkan tujuannya tersebut. Seliain itu, Untuk memperoleh hasil yang optimal dari kegiatan public relations diperlukan program yang memungkinkan terjadinya komunikasi tatap muka (face to face) dengan masyrakat lingkungannya.Program komunikasi tatap muka dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat bantu. Untuk itu, maka program tersebut dinamai Media PR ( Public relation).
Philip Lesley (1991: 7 memberikan Definisi media relation sebagai hubungan dg media komunikasi untuk melakukan publisitas atau mersepon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi. Juga Yosal Iriantara (2005:32) mengartikan media relation merupakan bagian dari public relation eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan public untuk mencapai tujuan organisasi.              
Media Humas (PR Media) adalah segala bentuk media (sarana/saluran/channel) yang digunakan praktisi humas dalam pekerjaannya dengan tujuan publikasi yang luas agar produk atau jasa yang humas pasarkan lebih dikenal oleh masyarakat. Media humas bersifat lebih kepada publikasi dan komunikasi. Media komunikasi yang penting digunakan humas adalah dalam kemitraannya dengan media pers (cetak atau elektronik) --dikenal dengan media relations (hubungan media) atau press relations (hubungan pers).
Media merupakan jalur terpenting dalam kegiatan PR. Media yang ada saat ini sangat bervariasi. Anda harus bekerja keras agar dapat mendorong media untuk memuat pendapat anda. Oleh karena itu, Anda memerlukan ‘cerita’ dan perlu dipikirkan secara tepat apa yang ingin anda lakukan dan ditujukan kepada pihak mana. Hal ini bertujuan agar terjadi hubungan yang baik dengan media. Untuk melakukan hal itu, Anda harus mengetahui sifat media tersebut. Ada beberapa media yang dapat dijadikan mitra untuk bekerjasama oleh PR.
B.       Peranan Media Public Relation
Sebagai bagian dari manajemen perusahaan/organisasi, PR berorientasi pada aktivitas yang dilakukan oleh industri, perusahaan, perserikatan, organisasi sosial, atau jawatan pemerintah, untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang sehat dan bermanfaat dengan maksud menyesuaikan dirinya pada keadaan sekeliling dan memperkenalkan diri pada masyarakat. Minimal ada dua fungsi utama PR yang utama dalam masyarakat. Pertama, PR bertujuan mendapatkan dan menambahkan penilaian serta jasa bagi masyarakat. Kedua, secara defensif berusaha menjadi sarana pembelaan diri terhadap pendapat negatif tatkala menerima penyerangan yang tidak wajar dari pihak luar.
Pada tataran praksisnya, implementasi PR mengarah pada tiga bidang kerja, yakni marketing, publishing dan dokumentasi. Pada dua bidang marketing dan publishing mungkin memang demikian fungsi PR. Adapun kewajiban PR adalah melaksanakan kebijakan manajer perusahaan dalam memperkenalkan produk barunya dan mempengaruhi masyarakat. Sedangkan terhadap pihak internal perusahaan, PR mempunyai kewajiban memberikan penjelasan tujuan dari setiap kebijakan agar semua pihak merasa terpanggil dan mau menyukseskan program perusahaan sesuai dengan visi manajer yang akan memakai barang atau jasa (produksi) yang baru.
Dari sini terlihat, PR mempunyai dua arah komunikasi. Dari dua arah ini, tugas terberat PR adalah keberhasilannya mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat melalui sarana yang positif berupa, public understanding (pengertian publik), publik confidence (kepercayaan publik), public support (dukungan publik) dan public cooperation (kerja sama publik). Lekatnya bidang PR dengan dunia komunikasi, secara otomatis mengarahkan proses komunikasi PR berhadapan dengan dua bentuk hubungan yang berbeda strateginya, yakni hubungan secara psikologis dan hubungan sosiologis dengan publik. Yang pertama, kegiatan PR dihadapkan pada masalah-masalah yang berhubungan dengan opini masyarakat dan proses persuasi. Sementara yang kedua dihadapkan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan komunikasi massa, human relations dan group relation.
C.    Tujuan Media Public Relation
Adapun tujuan Media Relations Dalam Aktifitas PR adalah sebagai berikut :
a)   Membantu mempromosikan dan meningkatkan penjualan produk/jasa
b)   Menjalin komunikasi berkesinambungan
c)    Meningkatkan kepercayaan publik
d)   Meningkatkan citra baik perusahaan/ organisasi
e)    Manfaat Media Relations Bagi PR
f)    Membangun pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab organisasi dan media massa
g)   Membangun kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling menghormati, menghargai, kejujuran serta kepercayaan
h)   Penyampaian informasi yang akurat, jujur dan mampu memberikan pencerahan bagi publik.
i)   Promosi & tingkatkan pemasaran
j) Komunikasi berkesinambungan
k)   Tingkatkan kepercayaan publik
l)   Meningkatkan citra perusahaan/organisas
Contoh kasus bagaimana peranan Media Relations dalam PR begitu penting terjadi pada perusahaan farmasi terkemuka Johnson & Johnson
Kesimpulan             :
Liputan yang baik di media akan memberikan pencitraan yang baik pula bagi organisasi, meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap organisasi, dan akhirnya menumbuhkan minat pemodal untuk menginvestasikan modalnya pada organisasi.  Aktifitas Public Relations inilah yang menjalin relasi dengan media dan mendapatkan kepercayaan dari liputan media.
D.    Media Public Relation
a.       Media Cetak (jurnal inhouse, surat kabar, majalah, dll).
b.      Online Media (website, blog, media sosial, email, dll.
c.       Broadcasting Media (radio, televisi, dll)
d.      Special Event (seminar, workshops..dll)
e.       Outdoor Media - Media Luar Ruang (spanduk, papan reklame, poster, dll)
Adapun penjelasan lain mengenai media  yang digunakan public relations dalam menyampaikan pesan kepada public:
a)      Kampanye periklanan dan kampanye humas sama-sama bisa menggunakan berbagai macam media.
b)      Para praktisi PR berhubungan dengan para editor, jurnalis, serta para produser TV dan radio, sedangkan para praktisi periklanan lebih banyak berhubungan dengan para manager iklan dari berbagai perusahaan, petugas iklan di media massa (radio, koran, televisi, majalah, dan sebagainya).
c)      Iklan sifatnya jauh lebih komersial dibandingkan dengan PR.
d)     Kampanye periklanan biasanya dilakukan terbatas pada media-media yang bisa diharapkan akan membuahkan hasil maksimal (misalnya lonjakan penjualan) dengan biaya serendah-rendahnya. Sedangkaan kampanye PR bersedia menggunakan media apa saja, asalkan bisa menjangkau sebanyak mungkin khalayak.
e)      Tidak seperti dunia periklanan, dunia PR dapat menggunakan berbagai media khusus seperti jurnal-jurnal internal, buletin atau sekedar majalah dinding.

Selanjutnya adapun pemilihan media dalam media public relation :
a.       Radio; Plus : penyampaian gagasan sederhana dan langsung, teks luwes (mudah dikoreksi), punya publik khusus; Minus : dialog dan materi kurang variasi, fakta tak bisa dibeberkan lengkap, melelahkan (suara dan waktu terbatas), hanya bisa didengarkan sekali.
b.      Siaran televisi; Plus : jangkau masyarakat luas, audio visual; Minus : biaya mahal, komunikasi satu arah, siaran cepat, daya beli mahal
c.       Surat kabar; Plus : menjangkau semua lapisan masyarakat, murah; Minus: penyampaian berita tergantung penulis (isi sudah benar? mudah dimengerti  dan dicerna awam? dll)
d.      Media Online: Plus: Trending, terutama media sosial & blog, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, menjangkau seluruh dunia (internasional), dapat diakses kapan dan di mana saja, terdokumentasi. Minus: butuh akses internet, SDM bidang media online masih terbatas, butuh keterampilan khusus mengelola & menulis di media online (internet).
E.     Variasi Media PR :
Adapaun variasi-variasi yang bisa di gunakan atau di pakai dalam dunia PR adalah sebagai berikut :
a)      Media pers (press).
Media ini terdiri dari berbagai macam koran yang beredar di masyarakat secara umum, baik yang berskala regional maupun nasional atau bahkan internasional, koran-koran gratis, majalah-majalah, yang diterbitkan secara umum maupun hanya dalam jumlah terbatas untuk kalangan tertentu; buku-buku petunjuk khusus; buku-buku tahunan dan laporan-laporan tahunan dari berbagai lembaga yang sengaja dipublikasikan untuk umum.
b)      Audio-visual.
Media ini terdiri dari slide dan kaset video, film-film dokumenter.
c)      Radio.
Kategori ini meliputi semua jenis radio, mulai dari yang berskala lokal, nasional hingga internasional baik yang dipancarkan secara luas maupun yang dikemas secara khusus.
d)     Televisi
Televisi sebagai media PR tidak hanya televisi nasional atau regional tapi juga televisi internasional, termasuk pula sistem-sistem teletex.
e)      Pameran (exhibition)
f)       Bahan-bahan cetakan (printed material)
Yakni berbagai macam bahan cetakan yang bersifat mendidik, informatif, dan menghibur yang disebarkan dalam berbagai bentuk guna mencapai tujuan humas tertentu.
g)      Penerbitan buku khusus (sponsored books)
Isi buku ini bisa bermacam-macam, misalnya saja mengenai seluk-beluk organisasi, petunjuk lengkap mengenai cara penggunaan produk-produknya atau bisa juga mengenai keterangan tentang berbagai aspek yang berkenaan dengan produk atau organisasi itu sendiri.
h)      Surat langsung (direct mail)
Surat PR seperti ini tidak saja ditujukan kepada tokoh atau pribadi-pribadi tertentu saja, tetapi juga kepada berbagai macam lembaga yang sekiranya relevan, atau untuk dipajang di tempat-tempat umum.
i)        Pesan-pesan lisan (spoken words)
Penyampaian pesan PR juga bisa dilakukan melalui komunikasi langsung atau tatap muka.
j)        Pemberian sponsor (sponsorship)
Suatu organisasi atau perusahaan bisa pula menjalankan kegiatan PRnya melalui penyediaan dana atau dukungan tertentu atas penyelenggaraan suatu acara seni, olahraga, ekspedisi, beasiswa universitas, sumbangan amal, dan sebagainya. Kegiatan penyediaan sponsor ini juga sering dilakukan dalam rangka melancarkan suatu iklan atau mendukung usaha-usaha pemasaran.
k)      Jurnal organisasi (house jurnals)
Suatu bentuk terbitan dari sebuah perusahaan atau organisasi yang sengaja dibuat dalam rangka mengadakan komunikasi dengan khalayaknya.
l)        Ciri khas (house style) dan identitas perusahaan (corporate identity)
Bentuknya bisa bermacam-macam, tergantung pada bentuk dan karakter organisasinya. Ciri khas organisasi atau identitas perusahaan ini sengaja diciptakan untuk mengingatkan khalayak atas keberadaan dari organisasi yang bersangkutan.
m)    Bentuk-bentuk media humas lainnya
Misalnya banyak perusahaan sengaja menyisipkan pesan-pesan sosial pada kemasan produknya agar khalayak mengetahui bahwa mereka bukanlah binatang ekonomi yang semata-mata mengejar keuntungan.
F.     Manfaat Media Public Relation
a.       Membangun pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab organisasi dan media massa
b.      Membangun kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling menghormati, menghargai, kejujuran serta kepercayaan
c.       Penyampaian informasi yang akurat, jujur dan mampu memberikan pencerahan bagi publik
d.      Dapat mempermudah perusahaan menyampaikan pesan ke publik
e.       Mempercepat arus informasi dari perusahaan ke publik
f.       Memiliki jangkauan yang luas dalam penyebarannya.
g.      Memperoleh tempat dalam pemberitaan media mengenai hal - hal yang meguntungkan organisasi.
h.      Memperoleh umpan balik dari masyarakat.
i.        Memperoleh data dalam hal keperluan pembuatan penilaian (assesment) secara tepat.

Paper ini ditulis oleh Meina Hardianti Resti Mahasiswa Jurusan Perbankan Syari’ah IAIN Pontianak angkatan 2014

Daftar Pustaka
Abdurrachman, Oemi. 2001. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Penerbitan PT. Citra  
      
Aditya Bakti
Chatra, Emeraldy dan Nasrullah, Rulli,Public Relations Strategi Kehumasandalam 
       Menghadapi Krisis Bandung: Maximalis, 2008Cangara, Hafied
Elvinaro, Aldianto&Soemirat, Soleh,  2003,  Dasar-Dasar Public Relation, Penerbit PT. Remaja
       Rosdakarya, Bandung
Rumanti, Maria Assumpta Sr, 2002,  Dasar-dasar Public Relation Teori dan Praktik, Penerbit PT.
      Grafindo, Jakarta. 




0 comments:

Post a Comment