Klik: Hermawan Kartajaya

Empowering customer mengacu pada upaya brand memberi kekuasaan kepada customer. Mereka harus dibuat seolah-olah memiliki brand itu sendiri (own the brand)

Klik: Peter F. Drucker

Hal paling penting dalam komunikasi adalah mendengarkan dan memahami apa yang tidak dikatakan.

Klik: Tony Robbins

Kualitas hidup Anda adalah kualitas komunikasi Anda.

Klik: Elizabeth Goenawan Ananto

PR merupakan ujung tombak dalam hal pemetaan kondisi publik dan perusahaan

Klik: Prita Kemal Gani

PR bukanlah masalah cantik atau gagahnya saja, namun lebih kepada kepiawaian, kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi, memiliki wawasan yang luas dan skill-skill yang mendukung profesinya

Sunday, December 10, 2017

MARKETING COMMUNICATIONS TOOLS



MARKETING COMMUNICATIONS TOOLS

(12/10/17)
 




 



Pada dasarnya, ketika melakukan komunikasi pemasaran terlebih dahulu harus memperhatikan aspek atau komponen pesan yang ingin disampaikan, melakukan segmentasi pasar dan mencari informasi terbaru mengenai kebutuhan konsumen. Seperti yang kita ketahui bahwa definisi dari komunikasi pemasaran merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, dan mengingatkan pasar yang menjadi sasaran dari sebuah perusahaan atau produk agar bersedia menerima, membeli, dan setia kepada produk yang ditawarkan oleh perusahaan atau produsen. Menelisik dari latar belakang para konsumen yang seringkali cenderung menginginkan sesuatu yang berbeda dari yang lain dan memiliki keunggulan tersendiri, seorang produsen harus mampu membujuk dan meyakinkan calon konsumen agar mereka bersedia membeli atau memilih produk-produk yang di keluarkan oleh sebuah perusahaan. Dalam proses komunikasi, terdapat tiga unsur pokok yang terdiri dari pelaku komunikasi, material komunikasi, dan proses komunikasi. Dari tiga unsur di atas, diharapkan dapat menerima feedback positif dari para konsumen maupun calon konsumen. 

Komunikasi pemasaran akan jauh lebih efektif apabila dapat mempertimbangkan beberapa hal yang meliputi penetapan tujuan dan respons komunikasi, menentukan sasaran komunikasi (target audiens), membuat sebuah rancangan pesan dan mdia komunikasi, mengembangkan promotional mix (bauran promosi), menyusun sebuah anggran, dan mengevaluasi pengendalian komunikasi. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan tersebut memiliki tujuan agar informasi mudah tersebar, menggaet konsumen pesaing, dan mengingatkan para konsumen untuk melakukan pembelian ulang pada produk yang dipasarkan. Dari beberapa strategi yang diterapkan, sebuah perusahaan sangat berharap agar konsumen memiliki kesadaran (awaraness) akan hadirnya suatu produk yang berbeda dari yang lain, menyukai (interest) produk, tertarik untuk mencoba (trial) produk, mengambil tindakan (act) untuk segera membeli produk, dan tindak lanjut (follow-up) berupa respon yang diberikan terhadap produk seperti beralih ke produk lain atau tetap ingin membeli produk yang sama.

Menetapkan audiens yang menjadi sasaran komunikasi sangatlah penting. Ini dilakukan agar komunikator dapat memilih, menyusun, dan merancang pesan komunikasi seperti apa yang dibutuhkan shingga dapat menarik perhatian audiens. Selain itu, menentukan media mana yang paling efektif untuk digunakan dalam proses penyampaian pesan atau informasi juga menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Pemilihan media promosi atau media komunikasi dapat bersifat personal dan non-personal. Media personal dapat dipilih dari tenaga penganjur (konsultan), tenaga ahli profesi, atau dari masyarakat umum itu sendiri. Media non-personal dapat berupa media massa seperti radio, TV, koran, atau majalah yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan (ruangan atau gedung) maupun peristiwa tertentu yang berhubungan dengan hari-hari besar atau spesial seperti pernikahan, peringatan hari ulang tahun, dan yang berhubungan dengan hari-hari nasional lainnya.

Perlu diketahui bahwa promosi merupakan bagian dari strategi pemasaran sebagai cara untuk berkomunikasi dengan pasar menggunakan komposisi bauran promosi (promotion mix). Bentuk-bentuk atau alat promosi terdiri dari :

  1. Periklanan (advertising)
  2. Promosi Penjualan (sales promotion)
  3. Penjualan Personal (personal selling)
  4. Identitas Produk (product identity)
  5. Hubungan Masyarakat dan Publisitas (public relation and publicity)
  6. Penjualan Langsung (dirrect slling)

Sebuah perusahaan dapat menjalankan sebuah promosi dengan terlebih dahulu melihat karakteristik atau kelayakan alat promosi yang digunakan. Sumber daya yang dimiliki perusahaan sangat mendukung berlangsungnya kegiatan promosi sehingga dengan mudah dapat mencapai tujuan promosi itu sendiri. Kegiatan promosi pasti membutuhkan anggaran yang yang disesuaikan dengan banyaknya permintaan konsumen atau pasar. Persentase penjualan dari hari ke hari perlu dicatat dan dilaporkan guna untuk mengetahui seberapa besar keuntungan maupun kerugian yang mereka peroleh dari kegiatan promosi. Ketika melakukan kegiatan promosi, selain memperhatikan masalah media, anggaran dan lain sebagainya, produsen juga perlu memperhatikan identitas produk. Perlunya memperhatikan identitas produk bertujuan agar mudah dikenali oleh para pelanggan. Peran seorang public relation dalam kegiatan promosi sangat membantu, terutama dalam hal membujuk konsumen, menganalisis pasar yang menjadi target atau sasaran serta dalam hal membangun relasi (hubungan) dengan pasa konsumen dan masyarakat lainnya. Dengan demikian, akan sangat mudah mengetahui tingkat kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen.
 

creative plan



Creative Planning
Creative planning merupakan suatu usaha untuk merencanakan segala sesuatu dengan sekreatif mungkin dan semenarik mungkin, berusaha berbeda dari orang lain/pesaing lain. Dengan merancang kreatif planning maka kemampuan sebuah perusahaan bisnis dapat menjual barang atau jasa sebanyak-banyaknya hingga dapat menghasilkan keuntungan yang memuaskan. Kreatif planning biasanya berupa dokumen tertulis yang menjelaskan strategi kreatif perusahaan atau pengusaha dalam merencanakan apa yang akan mereka lakukan dengan strategi-strategi kreatif itu. Kreatif planning perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ada di pasar yang terdapat dilingkungan eksternal perusahaan, menjelaskan keunggulan perusahaan dari pesaing yang lainnya.

Sedangkan strategi kreatif adalah pilihan bentuk pesan iklan yang dapat mencapai tujuan periklanan. Untuk mencapat tujuan komunikasi perlu dipilih bentuk pesan yang sesuai. Periklanan merupakan keseluruhan proses yang meliputi penyiapan, perencanan, pelaksanaan, dan pengawasan iklan.

Pada dasarnya tujuan periklanan adalah untuk merangsang atau mendorong terjadinya penjualan. Untuk mencapai tujuan itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Secara umum tujuan periklanan sebagai berikut: yang pertaman, Menciptakan pengenalan merek/produk/perusahaan melalui periklanan khalayak akan mengetahui keberadaan merk, produk maupun perusahaan. Kedua, Memposisikan produk dengan membedakan diri dengan produk pesaing. Ketiga, Mendorong prospek untuk mencoba, dengan menyampaikan pesan-pesan yang persuasive, khalayak didorong untuk mencoba menggunakan produk atau merk yang ditawarkan. Keempat, Mendukung terjadinya penjualan, disini diharapkan konsumen bertindak untuk membeli produk. Kelima, Membina Loyalitas,dengan beriklan akan semakin memantapkan keberadaan pelanggan yang loyal, artinya perusahaan ingin menyampaikan bahwa merk, dan produk yang pernah digunakan konsumen masih tetap ada di pasar. Keenam, mengumumkan cara baru pemanfaatan, inovasi dalam perusahaan untuk pengembangan produk atau cara baru pemanfaatkan dapa diketahui khlayak melalui iklan. Yang terakhir, meningkatkan citra.

Semetara menurut Kotler (2002, hal.659) tujuan periklanan harus berdasarkan pada taget pasar, penentuan posisi pasar, dan bauran pemasaran. Tujuan periklanan dapat digolongkan berdasarkan sasarannya yaitu :
Informative advetising, diadakan secara besar-besaran pada tahap awal suatu jenis produk, tujuannya adalah untuk membentuk permintaan pertama.

Persuasive Advertising, penting untuk dilakukan dalam tahap pesaingan, tujuannya adalah membentuk permintaan selektif atas suatu merek tertentu.

Reminder Advertising, sangat penting untuk produk yang sudah mapan, tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali produk yang sudah dikenal dan meyakinkan konsumen bahwa mereka telah melakukan pembelian yang tepar terhadap produk tersebut.

Setelah membahasa tujuan periklanan seperti apa yang sudah dipaparkan di atas, lalu apa fungsi dan peran periklanan itu ??? 

Fungsi dan peran iklan adalah sebagai sumber infomasi, jadi dengan iklan dapat membantu masyarakat untuk memilih alternatif produk yang lebih baik atau yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Artinya iklan dapat memberikan informasi yang lebih banyak daripada yang lainnya, baik tentang produk, distribusi atau tempat pembeliannya serta informasi lain yang mempunyai kegunaan bagi masyarakat. Fungsi dan peran iklan sebagai Kegiatan Ekonomi, periklanan mendorong pertumbuhan perekonomian karena produsen didorong untuk tetap memproduksi dan meperdagangkan produk untuk melengkapi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Fungsi dan peran iklan sebagai Pembagi Beban Biaya, periklanan membantu terciptanya skala ekonomi yang besar bagi setiap produk sehingga menurunkan biaya produksi dan distribusi per unit atas produk tersebut, dan pada akhirya memurahkan harga jualnya kepada masyarakt. Fungsi dan peran iklan sebagai Sumber Dana Media, periklanan merupakan salah satu sumber dana media yang menunjang media untuk tetap eksis. Munculnya banyak media membuat pesaing semakin ketat. Fungsi dan peran iklan sebagai Identitas Produsen, Melalui kegiatan periklanan, masyarakat akan mengetahui prodesun. Ada perusahaan yang dalam iklannya menonjulkan perusahaannya.
Fungsi dan peran iklan sebagai Sarana Kontrol, melalui kegiatan periklanan, masyarakt dapat membedakan produk-produk sah dengan tiruan.

Ada beberapa ciri yang digunakan dalam periklanan yaitu : Mengkomunikasikan Tema, Bersifat Jangka Panjang, Membangun Citra, Membedakan Diri, dan Memberi Nilai.


Friday, December 8, 2017

Creative Planning


Creative Planning         
(12/4/17)
Sebuah kreatifitas dalam periklanan tidak muncul secara tiba-tiba, namun merupakan suatu proses. Dalam hal ini bukan berarti terdapat suatu metode yang pasti benar untuk dapat menghasilkan iklan kreatif. Proses pencapaian inti pesan yang dikenal sebagai proses pengembangan pesan kreatif, perlu diawali dengan upaya pencarian data, fakta dan realita dari masalah yang dihadapi. Dalam hal ini biasanya sering dilakukan studi khalayak agar dapat melakukan penanalisaan data, penemuan pemecahan masalah, dan penentuan tujuan komunikasi. Dalam pencapaian tujuan komunikasi, dikembangkan strategi komunikasi, baik strategi kreatif maupun strategi media. Pengembangan strategi kreatif merupakan upaya bagaimana agar suatu inti pesan dapat diterima dengan baik oleh sasaran.
Pendekatan populer dalam proses kreatif iklan dikembangkan oleh James Webb Young, yang terdiri dari :
1.       Immertion (keterlibatan diri)
Pada tahap ini, pencapaian inti pesan perlu didahului dengan melibatkan diri ke dalam suatu masalah melalui pengumpulan materi dasar dari suatu permasalahan, studi hasil riset, laporan, penerbitan, bertanya, mendengar, observasi, diskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengumpulan data dari masalah yang sedang dihadapi.

2.       Incubation (proses inkubasi)
Tahap ini dilakukan dengan meletakan masalah di luar pikiran sadar dan mengubah informasi ke dalam pikiran bawah sadar untuk melakukan suatu pekerjaan. Pikiran yang dilepaskan ini dalam bentuk kegiatan fisik, seprti berjalan, bermain, naik turun, melempar benda, tidur-tiduran, dan melakukan hal lainnya yang berkaitan dengan kegiatan fisik. Ini merupakan bentuk pelepasan terhadap tekanan pikiran dalam upaya menghidupkan otak bawah sadar atau untuk merangsang imajinasi kita. 

3.       Iluminasi
Orang-orang kreatif seringkali merasakan bahwa penemuan suatu ide pada saat meninggalkan permasalahan. Munculnya ide biasanya terjadi setelah terlewatkannya masa penekanan batin, seperti pada saat bersantai.
4.       Verifikasi 

Merupakan kegiatan mempelajari ide atau gagasan untuk menentukan apakah id atau gagasan tersebut sudah layak atau tidak jika digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Berfikir kreatif dalam suatu program komunikasi artinya melakukan pemecahan masalah untuk mencapai suatu tujuan. 

Untuk merangkum pemikiran-pemikiran yang terjadi dalam proses kreatif, maka perlu dituangkan dalam suatu naskah perencanaan kreatif atau biasa disebut sebagai copy platform. Ini merupakan suatu dokumen yang biasa dipergunakan sebagai dasar pengembangan inti pesan, acuan dalam diskusi, berdebat atau menuangkan pesan dalam bentuk yang lebih konkrit. Terdapat beberapa istilah lain dari copy platform, seperti workplan, blueprint, dan creatife planning. Isi dari copy platform itu sendiri terdiri dari masalah komunikasi atau periklanan, tujuan komunikasi, keistimewaan, sasaran, saingan, posisi, ide besar, strategi komunikasi, pendekatan, dan pelaksanaan. Pada dasarnya, dalam strategi kreatif dikembangkan menjadi dua fokus utama yakni terfokus pada produk atau terfokus pada sasaran. Apabila strategi terfokus pada produk, biasanya pemanfaatan kelebihan apa yang terkandung dalam suatu produk. Tetapi apabila fokus pada sasaran, maka strategi yang ditempuh adalah melalui hal-hal apa yang ada pada sasaran, seperti kebutuhan, keinginan, dan citra yang ada.
Secara umum, terdapat empat strategi dasar perencanaan pesan periklanan, meliputi :
1.       Usp strategy (strategi tawaran keunikan) 
2.       Image strategy (strategi pembentikan citra)
3.       Inherent drama strategy (strategi drama) 
4.       Positioning strategy (strategi positioning)
Dalam perencanaan kreatif juga terdapat daya tarik tersendiri dari iklan yang ditampilkan. Daya tarik iklan dimaksudkan sebagai pendekatan yang digunakan dalam menarik perhatian konsumen serta untuk mempengaruhi perasaan mereka terhadap suatu produk atau jasa yang diiklankan. Daya tarik ini diharapkan mampu menggerakkan orang untuk berbicara mengenai keinginan atau kebutuhan mereka sehingga mampu membangkitkan daya tarik mereka terhadap suatu produk yang ditawarkan. Dalam kaitannya dengan penyusunan pesan iklan, daya tarik dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori yang terdiri atas daya tarik informatif atau rasional, daya tarik emosional, dan daya tarik kombinasi. Dengan begitu, terdapat salah satu pandangan mengatakan bahwa iklan kreatif adalah iklan yang mampu meningkatkan penjualan produk. Hal ini berbeda dengan pandangan lain, dimana mereka mengatakan bahwa iklan kreatif adalah iklan yang berasal dari ide yang orisinal, memiliki nilai artistic dan estetika, serta mampu memenangkan suatu penghargaan.